Senin, 05 Desember 2016

laporan akhir bahasa indonesia



  BAB I
PENDAHULUAN
A.    Rencana Observasi
Tujuan Rencana Observasi adalah untuk mengetahui data-data yang ada disekolahan atau untuk mendeskripsikan berbagai keunggulan dalam PBM serta kelemahan PBM dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar guru maupun kepada siswa serta berusaha mencari alternatif pemecahan masalah untuk membentuk kompetensi kependidikan dan keguruan sekarang dan yang akan datang, yang mana observasi ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 25 November 2016. Di SD N 7 METRO PUSAT, Jl. Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Prov. Lampung
B.     Tempat dan Pelaksanaan Observasi PBM
Kegiatan Observasi dalam Proses Belajar Mengajar di SD N 7 METRO PUSAT, Jl. Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kecamatan. Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi. Lampung, yang dilaksanakan pada :
 Hari       : Jumat
Tanggal  : 25 November 2016
 Pukul     : 07.15 s/d selesai.
 Obsevasi ini dilakukan pada kelas tingkat tinggi dan rendah yaitu kelas 6 (enam) dan kelas 1 (satu).
C.    Daftar Anggota Kelompok
Pelaksanaan Observasi PBM dilakukan oleh kelompok 4 (empat) yang terdiri atas  5 (lima) anggota kelompok Mahasiswa STAIN JURAI SIWO METRO yaitu:
NO
NAMA
NPM
JURUSAN
PRODI
1.
AHMAD MA’RUF ABDULLAH
1501050004
TARBIYAH
PGMI
2.
FINANDI TIYAS AYU SETIARI
1501050108
TARBIYAH
PGMI
3.
INDRY FAUZIYAH
1501050112
TARBIYAH
PGMI
4.
KHOIRUL ANWAR
1501050116
TARBIYAH
PGMI
5.
TRI NUR FATIMAH
1501050138
TARBIYAH
PGMI
BAB II
HASIL OBSEVASI

A.    Gambaran Umum Sekolah
SD Negeri 7 Mero Pusat merupakan Sekolah Dasar Negeri  dengan NPSN 10807672 dan NSS 11120901007 yang ada di Jl. Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Prov. Lampung, Status SD Negeri 7 Metro Pusat yaitu (Negeri) Sekolahan ini memiliki prinsip yang sama seperti sekolahan dasar pada umumnya yaitu berupaya meningkatkan taraf kehidupan peserta didik dalam bidang akademik melalui jalur pendidikan. SD Negeri 7 Mero Pusat adalah sekolahan dasar yang berada di kota metro dengan akreditasi (A) memiliki jumlah siswa sebanyak 281 siswa yang terdiri dari  siswa laki-laki 143 dan siswa perempuan 138, selain itu juga sekolahan ini mengunakan kurikulum K-13 dan memiliki ruangan kelas yang cukup banyak tidak seperti sekolahan dasar yang semestinya dengan Ruangan Kelas 12 ruagan dan memiliki 1 Perpustakaan, waktu penyelenggaraan dimulai pagi hari sampai dengan selesai dalam proses belajar dan mengajar disekolahan.

B.     Gambaran Umum Kondisi Kelas
Ruangan atau kelas yang dimiliki oleh SD Negeri 7 Mero Pusat sangalah memadahi untuk berlangsungnya belajar mengajar, kondisi kelas baik kelas 1 maupun kelas 6 cukuplah baik, bersih, nyaman serta kursi dan meja tertata dengan rapi sehingga sangat nyaman untuk belajar siswa, selain itu juga fasilitas yang ada diruangan kelas cukup lengkap untuk p enujang kegiatan belajar dari papan tulis, penghapus, sepedol dan alat lainya seperti bangun ruang untuk pelajaran matematika sudah dimiliki sekolahan tersebut.
Jumlah ruangan kelas SD Negeri 7 Mero Pusat sebanyak 12 ruangan ujar Kepala Sekolah, dengan kondisi kelas yang dikelola dengan baik segala sesuatu yang diharapkan dalam belajar akan terjalan secara kondusif dan menyenangkan bagi siswa serta akan memotivasi siswa untuk belajar dengan baik pula sesuai dengan kemampuannya. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif, kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif bagi siswa. Sehingga akan menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan bukan yang bikin siswa membosankan dan hasil belajar yang diharapka oleh guru dan siswa akan sesuai dan akan memiliki tujuan yang baik kedepannya.

C.    Gambaran Umum Guru
Guru yang dimiliki SD Negeri 7 Mero Pusat cukuplah banyak sekitar 23 guru yang masih aktif mengajar dan 1 staff, dengan jumlah guru yang banyak akan memudahkan dalam menyampaikan pelajaran setiap kelas yang ada. Selain itu juga SD Negeri 7 Mero Pusat mengunakan Mata Pelajar sebanyak 84 Mata Pelajaran. Dengan adanya guru yang memadahi wajiblah seorang guru menjalakan tugasnya sebagai profesional dengan tugas utamanya mendidik, megajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidik dasar dan pendidik menegah.
Seiring Mata Pelajaran sebanyak 84 Pelajaran tentu akan membuat siswa merasa bosan dalam belajar, jadi seorang guru harus mempunyai keterampilan khusus sendiri untuk membuat siswa agar tidak merasa bosan dalam belajar, selain itu juga guru harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keterampilan, perilaku baik yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar guna mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif. Guru merupakan tombak utama demi meningkatkanya mutu pendidikan di Indonesia.
Pembelajaran yang diajarkan oleh guru sesuai silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus itu sendiri pemerintah yang menentapkan dan materi pembelajaran yang akan disampaikan di sesuaikan berdasarkan Sub-Tema yang ada di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sehingga materi yang disampaikan berdasarkan tema yang telah di tentukan oleh guru itu sendiri.
D.    Kelemahan dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) yang ditemukan
1.      Siswa lama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
Karena siswa lebih mengutamakan ngobrol atau bermainan dengan teman dari pada mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu seorang guru harus menegur siswa tersebut agar segera menyelesaikan tugasnya dan mencegah agar tidak ngobrol atau bermain lagi dengan temannya.
2.      Pasif saat guru memberikan pertanyaan.
Masalah ini adalah masalah yang sering guru alami di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan karena peserta didik merasa malu, takut salah dan bisa jadi di karenakan siswa takut dikatakan “sok pintar”.
3.      Tidak konsentrasi saat guru mengajar.
Faktor ketidak konsentrasian siswa merupakan suatu masalah yang sering dialami seorang peserta didik ini dikarenakan oleh faktor kelelahan, dan masalah pribadi siswa, dengan itu tugas seorang guru adalah harus menegur siswa agar menjaga kesehatan dan memperhatikan jam istirahat. Jiak masalahnya pada pribadi, maka guru juga harus memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa secara bijaksana supaya siswa bisa lebih konsentrasi dalam belajar.
4.      Guru tidak melakukan pengevaluasian materi.
Setiap proses pembelajaran selesai guru seharusnya melakukan evaluasi, ini bertujuan agar guru dapat mengetahui sejauh mana siswa mampu menyerap materi, nilai-nilai maupun norma-norma sehingga siswa tidak hanya pandai tetapi juga berkarakter. Sehingga proses pencapaian siswa dapat diketahui atau terukur dengan jelas.
5.      Guru kurang kreatif dalam mengunakan metode pembelajaran
6.      Prasarana dan sarana pemebalajarn
E.     Keunggulan dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) yang ditemukan
1.      Siswa dapat menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok.
2.      Saling menukar pendapat antara kelompok satu ke kelompok yang lainya.
3.      Siswa dapat mengetahui yang diajarkan oleh guru dengan lewat praktik.
4.      Guru aktif memberikan masukan dan contoh dalam perkelompok maupun perseorangan.
5.      Siswa dapat mempresentasikan hasil karyanya.
6.      Saling berkerja sama dalam kelompok.

F.     Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam PBM
1.      Faktor internal pada siswa
a.       Kondisi umum kesehayan siswa dapat mempengaruhi semangat dan intensitasi siswa dalam mengikuti pemebalajarn dikelas.
b.      Jiwa siswa dalm mengikuti pembelajaran sangat lah mempengaruhi dalam belajara atau disebut aspek Psikologis siswa yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas perolehan pemebelajaran siswa meliputi: Inteligasi Siswa, sikap, bakat, minat dan motivasi siswa.
2.      Faktor Eksternal Siswa.
Faktor diluar siswa sangatlah mempengarui siswa dalam belajar  baik faktor lingkungan sosisal maupun non sosial.
a.       Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial sangatlah mempengaruhi kegiatan belajar siswa yaitu, orang tua dan keluarga siswa itu sendiri lebih banyak mempengaruhi belajar siswa selain itu juga guru dan teman-teman sekelas maupun teman beda kelas dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.
b.      Lingkungan non sosial
Selain faktor lingkungan sosial, lingkungan no sosial itupun sangat mempengaruhi belajar siswa seperti kelas, sarana dan prasarana, tempat duduk siswa, alat-alat belajar dan waktu yang digunakan siswa dalam belajar dapat mempengarui minat belajar siswa.

BAB III
PEMECAHAN MASALAH

A.    Masalah-masalah yang ditemukan
1.      Kurangnya percaya diri dalam mengungkapkan pendapat dalam diskusi kelompok.
2.      Tidak ada keseriusan dalam belajar atau tidak memperhatikan penjelasan guru.
3.      Kesulitan dalam membaca
4.      Kesulitan mengerjakan soal latihan .
5.      Tidak menghargai pendapat orang lain
6.      Tidak membiasakan doa

B.     Alternatif Pemecahan Masalah
1.      Guru terus menerus memberikan motivasi agar siswa berani mengeluarkan pendapatnya atau diminta berdiskui dalam kelompok agar suatu permasalahan yang ada dapat terselesaikan dengan baik dengan itu siswa tidak akan kesulitan dalam mengeluarkan pendapat jika mereka berdiskusi terlebih dahulu dalam kelompok, dengan metode ini siswa diharapkan bisa mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif permasalah yang meraka alami dalam belajar.
Melatih peserta didik secara terus menerus untuk memberanikan diri agar maju kedepan kedepan diharapkan akan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pendapat.
2.      Guru selalu menegur pada siswa yang tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, agar siswa memperhatikan meteri yang sedang berlangsung dalam pembelajaran dikelas dan siswa diminta untuk membaca ulang materi yang ada di buku agar siswa serius lagi dalam minat belajar atau guru harus kreatif dalam mengembangkan kegiatanyang beragam, membuat alat bantu atau media pemebelajaran yang menyenangkan agar dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan pemebalajaran yang menarik siswa akan senang mengikuti pembelajaran dan tidak membuat siswa bosan dan siswa akan lebih serius lagi dalam belajar mengajar dikelas.
3.      Guru melakukan bimbingan terhadap anak yang kesulitan dalam membaca karena guru sebagai fasilitator sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan pengingkatan belajar siswa, dengan cara menjadikan sutu huruf bacaan dengan bahan nyanyian siswa akan tertarik dalam belajar, dan menampilkan huruf dalam bentuk karakteristiknya khusunya pada huruf-huruf yang memiliki kemiripan bentuk (misalnya, p, b, dan d). Atau mengunakan bacaan yang tingkat kesulitanya rendah,  jika kesulitanya dalam penguasaan kosakata maka perlu mengikatkan pengayaan kosakata, dan siswa diminta membaca berulang-ulang sampai siswa bisa membaca dengan lancar dan baik.
4.      Kesulitan belajar merupakan masalah yang lumrah yang dialami oleh para peserta didik dan sering ditemukan adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar baik dalam mengerjakan soal latihan, maupun dalam belajar dikelas. Adapun Faktor yang dialami oleh siswa dalam kesulitan mengerjakan soal, yaitu ada 2 faktor, yaitu faktor  internal merupakan suatu kesulitan yang ada pada individu siswa sendiri dan kemudian faktor yang ada pada diluar diri siswa (Eksternal) siswa akan mengalami beratnya dalam belajar. Dengan gejala itufaktor kesulitan belajar maka upaya yang dilakukan guru antara lain dengan menempatkan siswa duduk didepan agar dapat melihat tulisan dipapan tulis itu dengan jelas, begitupun akan mendengar penjelasan guru dengan baik. Memberikan suatu remedial ketika masih salah mengerjakan soal dengan itu siswa akan mengulangi kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai, dan memberikan tugas-tugas tertentu agar siswa tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengerjakan soal. Dan peran orang tua harus memotivasi anaknya dirumah agar giat dalam belajar.
5.       Guru meminta pada peserta didiknya agar mendengarkan dan mencerna terlebih dahulu pendapat temanya baik pada saat teman kita sendang berbicara dikelas dan di mohon jangan mencela pembicaranya. Kemudian diminta untuk menghormati teman kita kendatipun kita berbeda pendapat denganya apa lagi memandang sebagai musuh dan biarkan pendapatnya diseselesaikan dahulu siapa tahu dari pendapat teman kita ada suatu ide-ide baru yang bermanfaat bagi peserta didik dalam belajar ataupun dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan peserta didik sebagai pendengar yang baik, maka dengan itu kita pula akan dihargai oleh orang lain.
6.      Dengan kelupan melakukan doa untuk proses belajar mengajar maka dari itu, sebagai guru harus menekankan terlebih dahulu pada peserta didiknya agar membiasakan do’a dahulu sebelum pembelajaran dimulai, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik, lancar dan akan bermanfaat bagi guru dan siswanya. Sehingga doa kita akan di kabulkan oleh allah swt nantinya.











BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan.
SD Negeri Metro Pusat merupakan sekolah dasar yang berada di Jl.Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kecamatan. Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi. Lampung, memiliki akreditasi (A) kemudian jumlah siswa sebanyak 281 siswa yang terdiri dari  siswa laki-laki 143 dan siswa perempuan 138, selain itu juga sekolahan ini mengunakan kurikulum K-13 dan memiliki ruangan kelas yang cukup banyak tidak seperti sekolahan dasar yang semestinya dengan Ruangan Kelas 12 ruagan dan memiliki 1 P erpustakaan, waktu penyelenggaraan dimulai pagi hari sampai dengan selesai dalam proses belajar dan mengajar disekolahan.
Kemudian dari pada itu juga memiliki kelemahan dalam preses belajar mengajar baikpada gurunya maupun pada peserta didiknya, diantaranya:
1.      Kelemahan dalam PBM
a.       Siswa lama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
b.      Pasif saat guru memberikan pertanyaan.
c.       Tidak konsentrasi saat guru mengajar.
d.      Guru tidak melakukan pengevaluasian materi

B.     Rekomendasi
Dari hasil analisis dan kesimpulan, penulis memberikan beberapa rekomendasi berikut:
1.      Observasi ini tentang Proses Belajar Mengajar sangatlah memberikan hasil yang positif  terhadap peningkatan kualitas pemebalajaran Bahasa Indonesia, oleh karena itu peneliti bisa mencari tugas ini di SDN 07 Metro Pusat yang mana tujuan ini untuk mencari Proses Belajar Mengajar.
2.      Penelitian Proses Belajar Mengajar (PBM) ini memberikan dampak positif bagi kami dan guru dengan itu akan terjadi perbaikan-perbaikan atas kekurangan dalam PBM. Untuk itu kepada pihak sekolah SDN 7 Metro Pusat memberikan persetujuan atas kunjungan kepada kami untuk penyelesaian tugas Bahasa Indonesia.
3.      Sehingga kami bisa mengetahui beberapa kerukrangan dan kelebihan dalam proses belajar mengajar (PBM) dikelas, dengan itu akan menyelesaikan berbagai masalah yang kami ketahui agar permasalahan yang ada dapat terselesaikan semestinya. Dan akan memberikan manfaat yang baik bagi pihak sekolah dan penulis.
Penulis menyadari bahwa materi yang disampaikan pada laporan akhir ini hanya sebagian kecil dari materi adalah belajar mengajar di Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulis mengharapkan sekali kritik dan saran dari pembaca demi kebaikan hasil laporan akhir ini dan layan digunakan dengan semestinya dam semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Minggu, 04 Desember 2016

kata motivasi bijak



“ yang membuatmu selalu optimis dan berkembang adalah tujuan-tujuan dalam hidup kita”
-Khoirul Anwar

Marilah lihat kata-kata motivasi sukses di atas ini dan lalu tanyakan pada dirimu, Apa tujuanku hari ini?’ ataupun ‘Apa tujuan hidupku ini?’ dan Apa yang harus saya buat kedepannya?’. Jangan pernah kau biarkan hari, waktu dan kesempatanmu mengalir begitu saja tanpa anda ketahui apa sih tujuan anda menjalani hari-hari.
Ketika tujuanmu menyelesaikan pekerjaan kuliah, lakukanlah dengan kebahagian serta lakukan dengan gigih belajar. Dan jika tujuanmu untuk sukses maka, lakukanlah dengan rasa optimis bahwa kamu bisa sukses. Serta bertekad dan selalu berdoalah sehingga apa yang kau harapkan dan apa yang kamu lakukan hari ini bawasanya tidak akan sia-sia. Tetaplah Bersemangat, senyum dan optimislah  seakan tujuanmu akan tercapai pada suatu esok harinya.