BAB I
PENDAHULUAN
A.
Rencana
Observasi
Tujuan Rencana Observasi adalah untuk mengetahui
data-data yang ada disekolahan atau untuk mendeskripsikan berbagai keunggulan
dalam PBM serta kelemahan PBM dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses
belajar mengajar guru maupun kepada siswa serta berusaha mencari alternatif
pemecahan masalah untuk membentuk kompetensi kependidikan dan keguruan sekarang
dan yang akan datang, yang mana observasi ini dilaksanakan pada hari Jumat
tanggal 25 November 2016. Di SD N 7 METRO PUSAT, Jl. Hasanuddin No. 91,
Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Prov. Lampung
B.
Tempat
dan Pelaksanaan Observasi PBM
Kegiatan Observasi dalam Proses Belajar Mengajar di
SD N 7 METRO PUSAT, Jl. Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kecamatan. Metro Pusat,
Kota Metro, Provinsi. Lampung, yang dilaksanakan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 25 November 2016
Pukul : 07.15 s/d selesai.
Obsevasi ini
dilakukan pada kelas tingkat tinggi dan rendah yaitu kelas 6 (enam) dan kelas 1
(satu).
C.
Daftar
Anggota Kelompok
Pelaksanaan Observasi PBM dilakukan oleh kelompok 4
(empat) yang terdiri atas 5 (lima)
anggota kelompok Mahasiswa STAIN JURAI SIWO METRO yaitu:
|
NO
|
NAMA
|
NPM
|
JURUSAN
|
PRODI
|
|
1.
|
AHMAD MA’RUF ABDULLAH
|
1501050004
|
TARBIYAH
|
PGMI
|
|
2.
|
FINANDI TIYAS AYU SETIARI
|
1501050108
|
TARBIYAH
|
PGMI
|
|
3.
|
INDRY FAUZIYAH
|
1501050112
|
TARBIYAH
|
PGMI
|
|
4.
|
KHOIRUL ANWAR
|
1501050116
|
TARBIYAH
|
PGMI
|
|
5.
|
TRI NUR FATIMAH
|
1501050138
|
TARBIYAH
|
PGMI
|
BAB II
HASIL OBSEVASI
A.
Gambaran
Umum Sekolah
SD Negeri 7 Mero Pusat merupakan Sekolah Dasar Negeri dengan NPSN 10807672 dan NSS 11120901007 yang
ada di Jl. Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Prov.
Lampung, Status SD Negeri 7 Metro Pusat yaitu (Negeri) Sekolahan ini memiliki
prinsip yang sama seperti sekolahan dasar pada umumnya yaitu berupaya
meningkatkan taraf kehidupan peserta didik dalam bidang akademik melalui jalur
pendidikan. SD Negeri 7 Mero Pusat adalah sekolahan dasar yang berada di kota
metro dengan akreditasi (A) memiliki jumlah siswa sebanyak 281 siswa yang
terdiri dari siswa laki-laki 143 dan
siswa perempuan 138, selain itu juga sekolahan ini mengunakan kurikulum K-13 dan
memiliki ruangan kelas yang cukup banyak tidak seperti sekolahan dasar yang semestinya
dengan Ruangan Kelas 12 ruagan dan memiliki 1 Perpustakaan, waktu
penyelenggaraan dimulai pagi hari sampai dengan selesai dalam proses belajar
dan mengajar disekolahan.
B.
Gambaran
Umum Kondisi Kelas
Ruangan atau kelas yang dimiliki oleh SD Negeri 7
Mero Pusat sangalah memadahi untuk berlangsungnya belajar mengajar, kondisi
kelas baik kelas 1 maupun kelas 6 cukuplah baik, bersih, nyaman serta kursi dan
meja tertata dengan rapi sehingga sangat nyaman untuk belajar siswa, selain itu
juga fasilitas yang ada diruangan kelas cukup lengkap untuk p enujang kegiatan
belajar dari papan tulis, penghapus, sepedol dan alat lainya seperti bangun
ruang untuk pelajaran matematika sudah dimiliki sekolahan tersebut.
Jumlah ruangan kelas SD Negeri 7 Mero Pusat sebanyak
12 ruangan ujar Kepala Sekolah, dengan kondisi kelas yang dikelola dengan baik
segala sesuatu yang diharapkan dalam belajar akan terjalan secara kondusif dan
menyenangkan bagi siswa serta akan memotivasi siswa untuk belajar dengan baik
pula sesuai dengan kemampuannya. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi
kelas yang kondusif, kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang
mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif bagi siswa.
Sehingga akan menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan bukan yang bikin
siswa membosankan dan hasil belajar yang diharapka oleh guru dan siswa akan
sesuai dan akan memiliki tujuan yang baik kedepannya.
C.
Gambaran
Umum Guru
Guru yang dimiliki SD Negeri 7 Mero Pusat cukuplah
banyak sekitar 23 guru yang masih aktif mengajar dan 1 staff, dengan jumlah
guru yang banyak akan memudahkan dalam menyampaikan pelajaran setiap kelas yang
ada. Selain itu juga SD Negeri 7 Mero Pusat mengunakan Mata Pelajar sebanyak 84
Mata Pelajaran. Dengan adanya guru yang memadahi wajiblah seorang guru
menjalakan tugasnya sebagai profesional dengan tugas utamanya mendidik,
megajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidik dasar
dan pendidik menegah.
Seiring Mata Pelajaran sebanyak 84 Pelajaran tentu
akan membuat siswa merasa bosan dalam belajar, jadi seorang guru harus
mempunyai keterampilan khusus sendiri untuk membuat siswa agar tidak merasa
bosan dalam belajar, selain itu juga guru harus mempunyai pengetahuan yang luas
dan keterampilan, perilaku baik yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam
melaksanakan tugasnya sebagai pengajar guna mewujudkan suasana pembelajaran
yang efektif. Guru merupakan tombak utama demi meningkatkanya mutu pendidikan
di Indonesia.
Pembelajaran yang diajarkan oleh guru sesuai silabus
dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus itu sendiri pemerintah yang
menentapkan dan materi pembelajaran yang akan disampaikan di sesuaikan
berdasarkan Sub-Tema yang ada di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Sehingga materi yang disampaikan berdasarkan tema yang telah di tentukan oleh
guru itu sendiri.
D.
Kelemahan
dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) yang ditemukan
1. Siswa
lama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
Karena siswa lebih
mengutamakan ngobrol atau bermainan dengan teman dari pada mengerjakan tugas
yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu seorang guru harus menegur siswa
tersebut agar segera menyelesaikan tugasnya dan mencegah agar tidak ngobrol
atau bermain lagi dengan temannya.
2. Pasif
saat guru memberikan pertanyaan.
Masalah ini adalah
masalah yang sering guru alami di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan karena peserta
didik merasa malu, takut salah dan bisa jadi di karenakan siswa takut dikatakan
“sok pintar”.
3. Tidak
konsentrasi saat guru mengajar.
Faktor ketidak
konsentrasian siswa merupakan suatu masalah yang sering dialami seorang peserta
didik ini dikarenakan oleh faktor kelelahan, dan masalah pribadi siswa, dengan
itu tugas seorang guru adalah harus menegur siswa agar menjaga kesehatan dan
memperhatikan jam istirahat. Jiak masalahnya pada pribadi, maka guru juga harus
memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa secara bijaksana supaya siswa bisa
lebih konsentrasi dalam belajar.
4. Guru
tidak melakukan pengevaluasian materi.
Setiap proses
pembelajaran selesai guru seharusnya melakukan evaluasi, ini bertujuan agar
guru dapat mengetahui sejauh mana siswa mampu menyerap materi, nilai-nilai
maupun norma-norma sehingga siswa tidak hanya pandai tetapi juga berkarakter.
Sehingga proses pencapaian siswa dapat diketahui atau terukur dengan jelas.
5. Guru
kurang kreatif dalam mengunakan metode pembelajaran
6. Prasarana
dan sarana pemebalajarn
E.
Keunggulan
dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) yang ditemukan
1. Siswa
dapat menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok.
2. Saling
menukar pendapat antara kelompok satu ke kelompok yang lainya.
3. Siswa
dapat mengetahui yang diajarkan oleh guru dengan lewat praktik.
4. Guru
aktif memberikan masukan dan contoh dalam perkelompok maupun perseorangan.
5. Siswa
dapat mempresentasikan hasil karyanya.
6. Saling
berkerja sama dalam kelompok.
F.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi dalam PBM
1. Faktor
internal pada siswa
a. Kondisi
umum kesehayan siswa dapat mempengaruhi semangat dan intensitasi siswa dalam
mengikuti pemebalajarn dikelas.
b. Jiwa
siswa dalm mengikuti pembelajaran sangat lah mempengaruhi dalam belajara atau
disebut aspek Psikologis siswa yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas
perolehan pemebelajaran siswa meliputi: Inteligasi Siswa, sikap, bakat, minat
dan motivasi siswa.
2. Faktor
Eksternal Siswa.
Faktor
diluar siswa sangatlah mempengarui siswa dalam belajar baik faktor lingkungan sosisal maupun non
sosial.
a. Lingkungan
Sosial
Lingkungan sosial sangatlah
mempengaruhi kegiatan belajar siswa yaitu, orang tua dan keluarga siswa itu
sendiri lebih banyak mempengaruhi belajar siswa selain itu juga guru dan
teman-teman sekelas maupun teman beda kelas dapat mempengaruhi semangat belajar
siswa.
b. Lingkungan
non sosial
Selain faktor lingkungan sosial,
lingkungan no sosial itupun sangat mempengaruhi belajar siswa seperti kelas,
sarana dan prasarana, tempat duduk siswa, alat-alat belajar dan waktu yang
digunakan siswa dalam belajar dapat mempengarui minat belajar siswa.
BAB III
PEMECAHAN MASALAH
A. Masalah-masalah yang ditemukan
1. Kurangnya
percaya diri dalam mengungkapkan pendapat dalam diskusi kelompok.
2. Tidak
ada keseriusan dalam belajar atau tidak memperhatikan penjelasan guru.
3. Kesulitan
dalam membaca
4. Kesulitan
mengerjakan soal latihan .
5. Tidak
menghargai pendapat orang lain
6. Tidak
membiasakan doa
B. Alternatif Pemecahan Masalah
1. Guru
terus menerus memberikan motivasi agar siswa berani mengeluarkan pendapatnya
atau diminta berdiskui dalam kelompok agar suatu permasalahan yang ada dapat
terselesaikan dengan baik dengan itu siswa tidak akan kesulitan dalam
mengeluarkan pendapat jika mereka berdiskusi terlebih dahulu dalam kelompok,
dengan metode ini siswa diharapkan bisa mengumpulkan pendapat, membuat
kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif permasalah yang meraka alami dalam
belajar.
Melatih
peserta didik secara terus menerus untuk memberanikan diri agar maju kedepan
kedepan diharapkan akan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan
pendapat.
2. Guru
selalu menegur pada siswa yang tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh
guru, agar siswa memperhatikan meteri yang sedang berlangsung dalam
pembelajaran dikelas dan siswa diminta untuk membaca ulang materi yang ada di
buku agar siswa serius lagi dalam minat belajar atau guru harus kreatif dalam
mengembangkan kegiatanyang beragam, membuat alat bantu atau media pemebelajaran
yang menyenangkan agar dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan
belajar mengajar dengan pemebalajaran yang menarik siswa akan senang mengikuti
pembelajaran dan tidak membuat siswa bosan dan siswa akan lebih serius lagi
dalam belajar mengajar dikelas.
3. Guru
melakukan bimbingan terhadap anak yang kesulitan dalam membaca karena guru
sebagai fasilitator sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan pengingkatan
belajar siswa, dengan cara menjadikan sutu huruf bacaan dengan bahan nyanyian
siswa akan tertarik dalam belajar, dan menampilkan huruf dalam bentuk
karakteristiknya khusunya pada huruf-huruf yang memiliki kemiripan bentuk
(misalnya, p, b, dan d). Atau mengunakan bacaan yang tingkat kesulitanya
rendah, jika kesulitanya dalam penguasaan
kosakata maka perlu mengikatkan pengayaan kosakata, dan siswa diminta membaca
berulang-ulang sampai siswa bisa membaca dengan lancar dan baik.
4. Kesulitan
belajar merupakan masalah yang lumrah yang dialami oleh para peserta didik dan
sering ditemukan adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar baik dalam
mengerjakan soal latihan, maupun dalam belajar dikelas. Adapun Faktor yang
dialami oleh siswa dalam kesulitan mengerjakan soal, yaitu ada 2 faktor, yaitu faktor internal merupakan suatu kesulitan yang ada
pada individu siswa sendiri dan kemudian faktor yang ada pada diluar diri siswa
(Eksternal) siswa akan mengalami beratnya dalam belajar. Dengan gejala
itufaktor kesulitan belajar maka upaya yang dilakukan guru antara lain dengan
menempatkan siswa duduk didepan agar dapat melihat tulisan dipapan tulis itu
dengan jelas, begitupun akan mendengar penjelasan guru dengan baik. Memberikan
suatu remedial ketika masih salah mengerjakan soal dengan itu siswa akan
mengulangi kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai, dan memberikan
tugas-tugas tertentu agar siswa tidak mengalami kesulitan lagi dalam
mengerjakan soal. Dan peran orang tua harus memotivasi anaknya dirumah agar
giat dalam belajar.
5. Guru meminta pada peserta didiknya agar
mendengarkan dan mencerna terlebih dahulu pendapat temanya baik pada saat teman
kita sendang berbicara dikelas dan di mohon jangan mencela pembicaranya. Kemudian
diminta untuk menghormati teman kita kendatipun kita berbeda pendapat denganya
apa lagi memandang sebagai musuh dan biarkan pendapatnya diseselesaikan dahulu
siapa tahu dari pendapat teman kita ada suatu ide-ide baru yang bermanfaat bagi
peserta didik dalam belajar ataupun dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan
peserta didik sebagai pendengar yang baik, maka dengan itu kita pula akan dihargai
oleh orang lain.
6. Dengan
kelupan melakukan doa untuk proses belajar mengajar maka dari itu, sebagai guru
harus menekankan terlebih dahulu pada peserta didiknya agar membiasakan do’a
dahulu sebelum pembelajaran dimulai, agar proses belajar mengajar berjalan
dengan baik, lancar dan akan bermanfaat bagi guru dan siswanya. Sehingga doa
kita akan di kabulkan oleh allah swt nantinya.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan.
SD Negeri Metro Pusat merupakan sekolah dasar yang
berada di Jl.Hasanuddin No. 91, Yosomulyo, Kecamatan. Metro Pusat, Kota Metro,
Provinsi. Lampung, memiliki akreditasi (A) kemudian jumlah siswa sebanyak 281
siswa yang terdiri dari siswa laki-laki
143 dan siswa perempuan 138, selain itu juga sekolahan ini mengunakan kurikulum
K-13 dan memiliki ruangan kelas yang cukup banyak tidak seperti sekolahan dasar
yang semestinya dengan Ruangan Kelas 12 ruagan dan memiliki 1 P erpustakaan,
waktu penyelenggaraan dimulai pagi hari sampai dengan selesai dalam proses
belajar dan mengajar disekolahan.
Kemudian dari pada itu juga memiliki kelemahan dalam
preses belajar mengajar baikpada gurunya maupun pada peserta didiknya,
diantaranya:
1. Kelemahan
dalam PBM
a. Siswa
lama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
b. Pasif
saat guru memberikan pertanyaan.
c. Tidak
konsentrasi saat guru mengajar.
d. Guru
tidak melakukan pengevaluasian materi
B.
Rekomendasi
Dari hasil analisis dan kesimpulan, penulis
memberikan beberapa rekomendasi berikut:
1. Observasi
ini tentang Proses Belajar Mengajar sangatlah memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan kualitas pemebalajaran
Bahasa Indonesia, oleh karena itu peneliti bisa mencari tugas ini di SDN 07
Metro Pusat yang mana tujuan ini untuk mencari Proses Belajar Mengajar.
2. Penelitian
Proses Belajar Mengajar (PBM) ini memberikan dampak positif bagi kami dan guru
dengan itu akan terjadi perbaikan-perbaikan atas kekurangan dalam PBM. Untuk
itu kepada pihak sekolah SDN 7 Metro Pusat memberikan persetujuan atas
kunjungan kepada kami untuk penyelesaian tugas Bahasa Indonesia.
3. Sehingga
kami bisa mengetahui beberapa kerukrangan dan kelebihan dalam proses belajar
mengajar (PBM) dikelas, dengan itu akan menyelesaikan berbagai masalah yang
kami ketahui agar permasalahan yang ada dapat terselesaikan semestinya. Dan
akan memberikan manfaat yang baik bagi pihak sekolah dan penulis.
Penulis menyadari bahwa materi yang
disampaikan pada laporan akhir ini hanya sebagian kecil dari materi adalah
belajar mengajar di Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
sekali kritik dan saran dari pembaca demi kebaikan hasil laporan akhir ini dan
layan digunakan dengan semestinya dam semoga laporan ini bermanfaat bagi para
pembaca.