Jumat,(23/03/18) Bakti sosial HMJ PGMI Devisi Sosial dan keluarga besar HMJ PGMI lainya telah melakukan Bakti sosial di salah satu yayasan yang ada di Metro yaitu: Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Tuma'ninah Yasin, kegiatan ini merupakan kepedulian antar sesama manusia yang merupakan tugas dan kewajiaban yang harus di lakukan Devisi Sosial.
Bakti sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan, suatu kegiatan wujud dari keperdulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan manfaat dan tujuan-tujuan tertentu. Yayasan LKSA salah satu lembaga yang memberikan keperdulian atas sesama manusia yang ada di Kota Metro
Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Tuma'ninah memiliki tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada Santri/Anak Asuh disegala bidang (menjadikan Santri/Anak Asuh yang Hafidz-Hafidzah Al-Quran dan general intelektual dengan jiwa kewirausahaan, serta memiliki kelompok pengembangan kesejahteraa antar pengasuh dan Santri/Anak Asuh selain itu juga harus menjalankan anak Santri/Anak Asuh lebih baik dari sebelumnya, tujuan tersebut merupakan visi dari yayasan tersebut yaitu terwujudnya manusia yang bertaqwa, berakhlak mulia, cerdas, cakap,terampil dan mandiri.
Jumlah yang menempati Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Tuma'ninah Yasin sekitaran 200'an anak yang terdiri dari 15 anak perempuan dan 185 anak laki-laki yang ada di lembaga tersebut. Serah terima baksos tersebut dilakukan oleh Ketua HMJ PGMI Temu Kurnia Ambar sari terhadap salah satu pengurus yayasan tersebut adalah Mbak Icha. Baksos tersebut terdiri dari pakain dan buku anak yang masih layak digunakan, HMJ PGMI bertuan untuk membantu atas keperdulian sesama manusia sehingga kemudian akan memberikan manfaat baginya.
Selain melakukan bakti sosial di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ( LKSA) Tuma'ninah Yasin. HMJ PGMI juga memberikan ulur tanga mereka kepada salah satu keluarga yang keterbatasan sosial ekonomi di 16c Kota Metro adalah di keluarga Bapak Eko Narsio. Keluarga Eko Narsio merupakan salah satu keluarga yang memiliki ekonomi yang terbilang sagat minim sehingga tekat dan keiklasan Keluarga Besar HMJ PGMI menyisihkan salah satu pakaian atau bahan-bahan mereka yang suda tidak terpakai lagi untuk diberikan keluarga bapak Eko Narsio.
Keluarga Bapak Eko Narsio harus harua menafkai ke-3 anaknya yang masih anak-anak dan remaja, melihat keterbatasan ekonomi sosial tersebut memberikan keperdulian Keluarga Besar HMJ PGMI untuk membantunya. Dengan itu atas batuan dan keperdulian Keluarga Besar HMJ PGMI terhadap sesama manusia di LKSA Tuma'ninah Yasindan Keluarga Bapak Eko Nariso semoga dapat memberikan manfaat baginya.
Baksos di LKSA Tuma'ninah Yasin dan Keluarga Bapak Eko Narsio
Jumat, 23 Maret 2018
Selasa, 13 Maret 2018
Dicari tapi tidak Rindu
Dicari namun tidak dirindu, mungkin suatu kata yang tidak masuk akal bagi kita pada dasarnya ketika kita mencari pada suatu hal pasti ada kerinduan yang begitu dalam dalam diri seseorang. Namun tidak bagi aku, kerinduan bagiku hanya sebagian yang sudah begitu melekat dalam diriku dengan rasa percaya diri itu aku tidak perlu mencari yang dirindukan. Karena akan membuat kejenuhan, kebosanan dan kekhawatiran dalam diriku.
Ia, rindu menurut (Dilan) itu memang berat bagi yang tidak kuat dalam menjalankan. Kemauan untuk menjalankan proses pembelajaran tidak semua orang akan memiliki kemauan yang sepadan, kenapa harus kita memaksakan untuk selalu bisa, tanpa kita memaksanya juga dalam diri seseorang pasti akan menjalankan jika itu diperlukan pada waktunya.
Lagi dan lagi yang dicari memaksa untuk dirindukan, karena keterpaksaan itulah yang membuat saya selalu rindu denganya dan selalu akan saya cari terus menerus. Upaya dalam mencari terkadang memaksa juga untuk tidak merinduaknya, banyak problem dalam mencarinya baik faktor: 1) tidak kemauan, 2) merasa bosan, 3) faktor kepribadian, 4) faktor lingkungan, 5) faktor yang tidak dirindukan. Faktor-faktor tersbutlah yang membuat permasalahan yang menghambat dalam kerinduan.
Hakikat belajar adalah aktivitas sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan untuk menguasai atau memperoleh informasi, keterampilan dan ilmu pengetahuan. Ciri pada belajar ditandai adanya perubahan tingkah laku (change behavior), perubahan perilaku relatif permanen sehingga akan mendapatkan hasil latihan atau pengalaman prosea pembelajaran. Belajar merupakan proses paling pokok sesorang sehingga harus terus menerus mencari dan menggali ilmu pengetahuan sebanyak mungkin.
Kerinduan dalam mencari pengetahun menuntutku mencari berbagai macam-macam pengetahuan baik dalam mencari: sumber belajar sebagai jendela dunia untuk memperoleh pengetahuan. Namun, buku itulah yang membuatku tidak rindu untuk mencarinya mungkin sangat lucu ketika kita ingin mendaptkan pengetahuan lebih banyak namun kita mencari yang tidak dirindu. Menurut saya karena kesusahan dan kemalasan mencarinya itu membuat tidak dirindu.
Namun tidak semua harus begitu awal dari itu saya berusaha terus menerus untuk selalu mencari sehingga akan timbul kerinduan tersendiri dalam diri ini. Teruslah belajar, usaha dan pantang menyerah dalm mencari pengetahuan dengan pengetahuan kita akan mengetahui berbagai teori pembelajaran.
Semangat dan aktivitas untuk mencari kerinduan harus kita jalankan untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan dari tujuan tersebut.
Ia, rindu menurut (Dilan) itu memang berat bagi yang tidak kuat dalam menjalankan. Kemauan untuk menjalankan proses pembelajaran tidak semua orang akan memiliki kemauan yang sepadan, kenapa harus kita memaksakan untuk selalu bisa, tanpa kita memaksanya juga dalam diri seseorang pasti akan menjalankan jika itu diperlukan pada waktunya.
Lagi dan lagi yang dicari memaksa untuk dirindukan, karena keterpaksaan itulah yang membuat saya selalu rindu denganya dan selalu akan saya cari terus menerus. Upaya dalam mencari terkadang memaksa juga untuk tidak merinduaknya, banyak problem dalam mencarinya baik faktor: 1) tidak kemauan, 2) merasa bosan, 3) faktor kepribadian, 4) faktor lingkungan, 5) faktor yang tidak dirindukan. Faktor-faktor tersbutlah yang membuat permasalahan yang menghambat dalam kerinduan.
Hakikat belajar adalah aktivitas sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan untuk menguasai atau memperoleh informasi, keterampilan dan ilmu pengetahuan. Ciri pada belajar ditandai adanya perubahan tingkah laku (change behavior), perubahan perilaku relatif permanen sehingga akan mendapatkan hasil latihan atau pengalaman prosea pembelajaran. Belajar merupakan proses paling pokok sesorang sehingga harus terus menerus mencari dan menggali ilmu pengetahuan sebanyak mungkin.
Kerinduan dalam mencari pengetahun menuntutku mencari berbagai macam-macam pengetahuan baik dalam mencari: sumber belajar sebagai jendela dunia untuk memperoleh pengetahuan. Namun, buku itulah yang membuatku tidak rindu untuk mencarinya mungkin sangat lucu ketika kita ingin mendaptkan pengetahuan lebih banyak namun kita mencari yang tidak dirindu. Menurut saya karena kesusahan dan kemalasan mencarinya itu membuat tidak dirindu.
Namun tidak semua harus begitu awal dari itu saya berusaha terus menerus untuk selalu mencari sehingga akan timbul kerinduan tersendiri dalam diri ini. Teruslah belajar, usaha dan pantang menyerah dalm mencari pengetahuan dengan pengetahuan kita akan mengetahui berbagai teori pembelajaran.
Semangat dan aktivitas untuk mencari kerinduan harus kita jalankan untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan dari tujuan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)








