Nasibnya
Seorang Anak Kera
D
|
alam suatu hutan terdapatlah seorang anak
kera yang sangat lucu, menggemasakan dan bergelantungan dalam pohon rimba, kerapun
sendirian dalam pohon kerapun bersuara sambil berayun-ayun dalam pohon.
Suara
kera kecil menggemasakan itu terdengar salah satu gajah bertubuh besar, gaja
besar berwarna putih Lalu jagahpun bergegas-gegas untuk mencari suara yang terdengar. Tak
berselang lama suara anak kera diketahui oleh gajah bertubuh besar.
Gajar besar : hay
kera....kamu kenapa bersuara keras yang membuat telinga saya sangat perhatin
untuk mendatangimu.
Tutur sang gajah, lalu kerapun menjawabnya.
Anak Kera : wahai
sahabtku yang bertubuh besar, maafkan saya jika suara ku sangat menggangumu.
Sungguh aku sangat bingun dengan keadaanku ini ?
Gajah besar : kenapa
dengan kau anak keras lucu dan menggemaskan..
Anak kera : sungguh
nasibnya diriku ini, sejak orang tua aku tiada, aku sendirian tanpa adapun
salah satu teman yang ingin berteman denganku, tubuhku yang terlihat kecil,
berbau bagaikan air comberan tak adapun yang ingin berteman denganku ini.
Tangisan anak kera, sangatlah menyentuh hati
sang gajah besar itu air mata tak dapat terbendung lagi untuk menahannya.
Gajah besar : janganlah
bersedih anaku yang sangat lucu, kau
masih ada ibu di sisiku. Janganlah kamu pikirkan dengan teman yang tidak ingin
berteman denganmu walupun badanmu sangat berbau tak sedap.
Anak kera : sungguh
mulia sekali dengaku, beribu air mata yang mengalir dalam pipiku ini tak bisa
aku usap begitu saja. Saya tidak tahu apa alasan anda ingin menjadikan aku
sebagian keluarggamu.
Gajah besarpun meninggalkan anak kera yang lucu itu untuk melakukan
aktivitasnya seperti biasanya.
Dalam perjalanan gajah besar tidak tega untuk meninggalkan anak kera itu
sendirian dalam hutan, gajah besar itu terus menerus mikirkannya.
Sunggu teganya aku meningglakanmu sendirian dalam hujan hanya untuk
kepentingakanku, akupun belum menanyakan apakah dia sudah makan atau belum.
Gajahpun
bergagas-gegas untuk menemuinya kembali.
Gajah besar : anakku yang
sangat lucu kamu dimana nak..(tutur sang
gajah)
Tak selang lama gajahpun menemukan anak kera tersebut tidur dibawah
pohon yang sangat besar. Oh...kamu disini, apakah kamu sudah makan nak.
Melihat anak kera tidur yang tidak bangun-bangun itu merasa kasihan, tak
berselang lama gajah merasa khawatir melihat anak kera yang tidak bangun-bangun
tidur.
Gajah basar membangunkannya, ternyata anak kera yang malang itu sudah
tiada lagi, gajahpun merasa bersalah meninggalkannya sendirian dan tidak
menyangka bahwa dia sudah tiada lagi. Sunggu nasibnya kau anak kera lucu,
menggemaskan bagaikan bahtera yang cepat berlalu meninggalkanku.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar