Rabu, 05 Desember 2018

Nasibnya Seorang Anak Kera


Nasibnya Seorang Anak Kera

D
alam suatu hutan terdapatlah seorang anak kera yang sangat lucu, menggemasakan dan bergelantungan dalam pohon rimba, kerapun sendirian dalam pohon kerapun bersuara sambil berayun-ayun dalam pohon.
       Suara kera kecil menggemasakan itu terdengar salah satu gajah bertubuh besar, gaja besar berwarna putih Lalu jagahpun bergegas-gegas untuk mencari suara yang terdengar. Tak berselang lama suara anak kera diketahui oleh gajah bertubuh besar.
Gajar besar : hay kera....kamu kenapa bersuara keras yang membuat telinga saya sangat perhatin untuk mendatangimu.
Tutur sang gajah, lalu kerapun menjawabnya.
Anak Kera : wahai sahabtku yang bertubuh besar, maafkan saya jika suara ku sangat menggangumu. Sungguh aku sangat bingun dengan keadaanku ini ?
Gajah besar : kenapa dengan kau anak keras lucu dan menggemaskan..
Anak kera : sungguh nasibnya diriku ini, sejak orang tua aku tiada, aku sendirian tanpa adapun salah satu teman yang ingin berteman denganku, tubuhku yang terlihat kecil, berbau bagaikan air comberan tak adapun yang ingin berteman denganku ini.
Tangisan anak kera, sangatlah menyentuh hati sang gajah besar itu air mata tak dapat terbendung lagi untuk menahannya.
Gajah besar : janganlah bersedih  anaku yang sangat lucu, kau masih ada ibu di sisiku. Janganlah kamu pikirkan dengan teman yang tidak ingin berteman denganmu walupun badanmu sangat berbau tak sedap.
Anak kera : sungguh mulia sekali dengaku, beribu air mata yang mengalir dalam pipiku ini tak bisa aku usap begitu saja. Saya tidak tahu apa alasan anda ingin menjadikan aku sebagian keluarggamu.
       Gajah besarpun meninggalkan anak kera yang lucu itu untuk melakukan aktivitasnya seperti biasanya.
       Dalam perjalanan gajah besar tidak tega untuk meninggalkan anak kera itu sendirian dalam hutan, gajah besar itu terus menerus mikirkannya.
      Sunggu teganya aku meningglakanmu sendirian dalam hujan hanya untuk kepentingakanku, akupun belum menanyakan apakah dia sudah makan atau belum.
Gajahpun bergagas-gegas untuk menemuinya kembali.
Gajah besar : anakku yang sangat lucu kamu dimana nak..(tutur sang gajah)
       Tak selang lama gajahpun menemukan anak kera tersebut tidur dibawah pohon yang sangat besar. Oh...kamu disini, apakah kamu sudah makan nak.
      Melihat anak kera tidur yang tidak bangun-bangun itu merasa kasihan, tak berselang lama gajah merasa khawatir melihat anak kera yang tidak bangun-bangun tidur.
       Gajah basar membangunkannya, ternyata anak kera yang malang itu sudah tiada lagi, gajahpun merasa bersalah meninggalkannya sendirian dan tidak menyangka bahwa dia sudah tiada lagi. Sunggu nasibnya kau anak kera lucu, menggemaskan bagaikan bahtera yang cepat berlalu meninggalkanku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar