MAKALAH MEDIA PEMEBALAJARAN
(Konsep Dasar Teknologi Pendidikan)
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : Media Pembelajaran
Dosen
Pengampu: Drs. Bukhari, M.Pd
Oleh Kelompok 1:
1. Khoirul
Anwar (1501050116)
2. Try
Nurfatimah (1501050138)
3. Finandi
Tiyas Ayu Setiari (1501050108)
Kelas:
PGMI/C
FAKULTAS TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
MADRASYAH IBTIDAIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
METRO
T.P 2017/2018
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji
dan syukur penyusun panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmatnya dan
hidayatnya lah kami dapat bisa menyelesaikan Tugas Makalah Mata Kuliah Media
Pendidikan yang berjudul : KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN.
Banyak
kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi dalam membuat tugas kelompok ini
tetapi dengan semangat dan kegigihan serta arahan, bimbingan dari bebarapa
pihak sehingga penulis mampu meyelesaikan tugas kelompok ini dengan baik, oleh
karena itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen
Pengampu : Drs. Bukhari, M.Pd
2. Teman-teman
PGMI yang telah mensuport serta mengasih arahan
Penulis
menyimpulkan bahwa makalah ini belum begitu sempurna dan baik maka penulis
menerima saran dan kritikan guna mensempurnakan makalah yang kami buat ini.
Akhir kata.
Wassalam’ualaikum Wr.Wb
Metro, 2 Maret 2017
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Kata
Pengantar........................................................................................
i
Daftar
isi..................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang............................................................................
1
B. Rumusan
Masalah.......................................................................
1
C. Tujuan..........................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
konsep dasar teknologi pendidikan...........................
2
B. Fungsi
dan Peran Teknologi Pendidikan.....................................
4
C. Tokoh-tokoh
dalam pengembangan teknologi pendidikan.........
5
D. Perkembangan
teknologi pendidikan di era globalisasi...............
6
E. Jenis-jenis
alat teknologi pendidikan...........................................
7
F. Teknologi
pendidikan dan penigkatan profesi guru....................
8
G. Perkembangan
konsep teknologi pendidikan..............................
9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................
11
B. Saran............................................................................................
11
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................
13
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan merupakan investasi yang paling utama
bagi setiap warga atau bangsa, apabila suatu bangsa yang sedang berkembang,
yang giat membangung negaranya. Pembangunan hanya bisa dilakukan oleh manusia
yang dipersiapkan memlalui pendidikan. Dalam kemajuan ilmu pengetahuan ini para
ahliberusaha untuk meningkatkan pengajaran itu menjadi suatu ilmu atau science.
Teknologi pendidikan memandangnya sebagai suatu
masalah yang harus dihadapi secara rasional dengan menerapkan metode pemecahan
masalah. Penerapan teknologi di lembaga pendidikan merupakan jawaban persoalan
yang sekarang ini dialami oleh dunia pendidikan kita. Sebagai salah satu bagian
dari sistem yang ada, teknologi pendidikan sebenarnya adalah suatu cara atau
teknis bagaimana agar anak didik secara maksimal akan mampu menyerap berbagai
ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru-gurunya ataupun anak akan belajar
dengan proses alam sekitarnya tanpa melalui pemebalajaran oleh guru.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian konsep dasar teknologi pendidikan
2. Bagaiman
peran dan fungsi teknologi pendidikan
3. Siapa
saja tokoh-tokoh pengembang teknologi pendidikan
4. Perkembangan
teknologi pendidikan di era globalisasi
5. Bagaimana
jenis-jenis alat teknlogi pendidikan
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian konsep dasar teknologi pendidikan
2. Untuk
mengetahui peran dan fungsi teknologi pendidikan
3. Untuk
mengetahui tokoh pengembang teknologi
pendidikan
4. mengetahui
perkembangan teknologi pendidikan diera globalisasi
5. untuk
mengetahui jenis-jenis alat teknologi pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Teknologi Pendidikan
Ada beberapa pendapat tentang teknologi pendidikan,
menurut Istilah bahasa yunani teknologi asal katanya “Techne” dengan makna
seni, kerajinan tangan atau keahlian. Bagi bangsa yunani kuno teknologi sangat
diakui sebagai suatu kegiatan khusus dan sebagai pengetahuan. Sedangkan istilah
dalam bahasa Inggris adalah instructional
technology atau educational
technology. Salah satu pendapat ialah bahwa instructional which can be used for instructional purpose alongside the
teache, the book, and the blackboard (Commission on Instructional
technology dalam Norma Beswick, Resource-Based Learning, 1977 hal. 39). Jadi
yang diutamakan adalah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali
yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut
“hardware” anatara lain beberapa TV, radio, video tape, komputer, daln
lain-lain.[1]
Sedangkan menurut Definisi AECT (Association for
Educational Communications Technology) 1977, Teknologi pendidikan adalah proses
komplek yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan
organisasi untuk menganalisa masalah, merancang melaksanakan, menilai dan
mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia.[2]
Di lain pihak ada pendapat bahwa teknologi
pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik
dan alat bantu utnuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Jadi
teknologi pendidikan ini mengenai software
maupun hadwarenya, software antara
lain menganalisis dan mendesain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan
tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian
keberhasilannya.
Pada hakekatnya teknologi pendidikan adalah salah
satu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan. Teknologi
pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai masalah atau
problematika yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah. Dalam teknologi
pendidikan alat-alat itu disebut “hardware”. Alat-alat itu sangat besar
manfaatnya, namun bukan merupakan inti atau hakekat teknologi pendidikan.
Alat-alat itu sendiri tidak mengandung arti pendidikan. Alat-alat itu
bermanfaat itu bermanfaat apabila dikaitkan suatu pelajaran atau program.
Program ini lazim disebut software.
Yang merupakan inti teknologi pendidikan adalah programnya yang harus disusun
menurut prinsi-prinsip tertentu. Teknologi pendidikan dapat diselenggarakan
tanpa alat-alat teknologi moderen seperti dikatakan tersebut diatas.
Ada orang beranggapan bahwa segala macam metodologi
pengajaran termasuk teknologi pendidikan seperti ceramah, diskusi, seminar, dan
sebagainya. Apakah pendapat itu benar atau tidak bergantungan pada penilaian
hingga manakah metode-metode itu memenuhi ciri-ciri teknologi pendidikan,
anatara lain :
1) Merumuskan
tujuan dengan teliti dan spesifik dalam bentuk kelakuan yang dapat diamati,
sehingga dapat diukur keberhasilan tercapainya tujuan itu.
2) Meneliti
pengetahuan keterampilan, dan sikap yang telah dimiliki anak-anak yaitu entry behavior (dahulu lazim disebut bahan opersepsi) sebagai dasar pelajaran baru hingga diketahui kemajuan yang
diacapai berkat proses mengajar-belajar.
3) Menganalisis
bahaan pelajaran yang akan disajiakan dalam bagian-bagian yang dapat dipelajari
dengan mudah.
4) Berdasarkan
analisis bahan pelajaran menentukan :
a. urutan mempelajari bahan itu agar tercapai
hasil belajar yang optimal.
b. Strategi
yang paling tepat untuk menyampaikan atau menyajikan bahan itu.
5) Menguji-coba
program itu untuk menentukan kelamahannya.
6) Mengadakan
perubahan, perbaikan atau revisi untuk meningkatkan mutu program itu.
Bagi teknologi pendidikan alat-alat yang dihasilkan
oleh teknologi pendidikan, seperti alat-alat audio-visual bukan esensial. Tanpa
alat-alat itupun teknologi pendidikan tetap dapat dilaksanakan.
B.
Fungsi
dan Peran Teknologi Pendidikan
Teknologi Informasi dan komukasi (TIK) memiliki
beberapa fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu meliputi
:
1. Teknologi
berfungsi sebagai alat (tool), yaitu alat siswa untuk membantu pembelajaran,
misalnya dalam mengelolah kata, mengelolah angka, membuat unsur grafis, membuat
data base, membuat program administratif untuk siswa, guru, dan staf, data
kepegawaian, keuangan dan sebagainya.
2. Teknologi
berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science).
Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai
oleh siswa, misalnya dalam pembelajaran di sekolah sesuai pembelajaran TIK
sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasai siswa semua kompetensinya.
3. Teknologi
berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai alat bantu
untuk menguasai sebuah kompetensi yang melalui komputer.
Peran dan fungsi teknologi informasi
dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan,
berdasarkan studi tentang tujuan penmanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka
di Amerika, Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan penmanfaatan TI,
yaitu.[3] :
a) Memperbaiki
competetive positioning.
b) Meningkatkan
kualitas pemebalajaran dan pengajaran.
c) Meningkatkan
kepuasan siswa.
d) Meningkatkan
pendapatan.
e) Mengurangi
biaya operasi dan mengembangkan produk dan layanan baru.
C.
Tokoh-tokoh
Dalam Pengembangan Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan berusaha untuk menerapkan dalam
kelas hasil-hasil eksperimentasi dalam laboratorium psikologi. Teknologi
pendidikan adalah hasil penelitian dan pemikiran ilmiah tentang pendidikan. Ada
sejuta tokoh yang berusaha mempelajari soal belajar secara sistematis.
Edward
L. Thorandika (1874-1949) mengasilkan sejuta “hukum”
belajar, diantaranya Law of effect.
Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respons murid terhadap suatu
stimulus segera disertai oleh rasa puas merupakan pujian atau hadiah, yang
disebut reinforcement. reinforcement
ini memperkuat hubungan antar S (stimulasi) dan R (response), sehingga hasil
belajar menjadi permanen.
Sidney
L. Pressey, menyusun program yang terdiri atas
serentetan tugas-tugas yang disebut software
dan disamping itu suatu alat yakni teachning
machine sebagai hardware. Ia menggunakan test obyektif dengan lembar
jawaban yang dapat diperiksa sendiri secara otomatis.
Ivan
Parlon (1849-1936) mengadakan percobaan dengan anjing untuk mempelajari proses belajar secara
ilmiah. Proses belajar yang diselidikinya adalah conditioning. Anjing yang mula-mula mengeluarkan air liurnya, bila
disodorkan makanan (S1) akan keluar air liurnya bila misalnya dibunyikan
lonceng (S2) yang semula disodorkan bersamaan dengan makanan dan kemudian
ditiadakan.
Diantara ilmuwan
dalam bidang proses belajar yang palingberpengaruh terhadap perkembangan
teknologi pendidikan ianlah B.F Skinner.
Ia banyak melakukan eksperimen dengan binatang di antarnya yang paling terkenal
dengan burung merpati untuk mempelajarai cara mengubah kelakuan binatang itu. Ada perbedaan anatar conditioning yang diterapkan
oleh Pavlov dan Skinner. Pavlov menggunakan serentak dua stimulus yang
berpasangan, misalnya makanan dan bunyi lonceng. Cara ini disebut respondent conditioning. Skinner
menggunakan reinforcement segera setelah respon yang berhasil baik. Respon ini
biasanya suatu langkah dalam serangkaian bentuk kelakuan yang menunjukan ke
arah pola kelaukuan yang diinginkan.
Norma
C. Crowder mengadakan variasi dalam pelajaran program untuk
memperhatikan perbedaan individual dengan
menggunkan brachning program, program
bercabang. Disini langkah-langkah besar daripada dalam program linier diikuti
oleh jawaban berganda.[4]
D.
Perkembangan
Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi
Kemajuan teknologi dewasa ini dan di masa yang akan
datang terutama di bidang informasi dan komunikasi menyebabkan dunia menjadi
sempit cakupannya. Interaksi antara bangsa yang satu dan bagsa yang lainya,
baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja menjadi semakin intensif.
Demikian juga yang terjadi di Indonesia dan negara-negara di dunia, globalisasi
menjadi sesuatu yang tidak dihindari.
Pada Era Globalisasi, ada kecenderungan kuat
terjadinya proses universalisasi yang melanda seluruh aspek kehidupan manusia.
Gaya hidup global seperti makanan, pakaian, dan musik. Anak-anak kecil yang
telah mengenal film-film kartu dari berbagai negara, kita yang sudah mengenal
berbagai jenis makanan dari berbagai bangsa, dan demam mode dunia melanda semua
negara adalah contoh nyata bahwa pengaruh global mengalir tanpa terbendung di
negara kita.
Di bidang pendidikan, peran guru untuk mendidik
peserta didik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa
meninggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan perjalanan generasi
bangsa ini. Guru dituntut menjadi pendidik yang bisa menjebatani
kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja melalui usaha-usaha nyata yang bisa
diterapkan dalam mendidik peserta didiknya.[5]
E.
Jenis-jenis
Alat Teknologi Pendidikan
Dalam menyampaikan pelajaran bermacam-macam alat
telah di ciptakan agar mempermudah murid untuk memahaminya. Alat-alat
pengajaran telah mulai berkembang sejak orang membuat gambar atau diagram yang
sederhana di tanah atau di gua pada zaman purbakala. Setelah gambar
dikembangkan menjadi huruf, lahirlah buku peajaran yang mencapai kemajuan yang
pesat sesudah ditemukan alat cetak.
Revolusi industri sebagai akibat kemajuan teknologi
dan ilmu pengetahuan sejak lahir abad ke-19 turut mempengaruhi pendidikan
dengan menghasilkan alat pendidikan seperti fotografi, gramofon, film,
filmstrip, sampai kepada radio, televisi, komputer, laboratorium bahasa, video
tape, dan sebgagainya.
Walaupun tiap guru menggunakan buku dan papan tulis,
akan tetapi bila ia menghadapi alat pengajaran elektronik seperti tape
recorder, maka banyak guru yang enggan menggunakannya karena merasa tidak
mempunyai keterampilan teknik untuk mengendalikannya. Video tape recorder
sekarang dapat dikuasai penggunaanya oleh anak kecil. Guru hendaknya memupuk
minat terhadap alat pelajaran elektronik modern dan berusaha untuk mengenal dan
memanfaatkannya dalam proses mengajar-belajar. Alat-alat ini dapat memberikan
bantuan besar kepada guru maupun murid. Lambat laun alat-alat ini akan makin
banyak digunakan dalam pengajaran bila telah didasari manfaatnya.
Dari beberapa alat pendidikan yang dapat dipandang
sebagai alat teknologi pendidikan antara lain sebagai berikut.[6] :
A) Papan
tulis E) Peta dan Globe
B) Gambar F) Buku Pelajaran
C) Model G) Film
D) Koleksi H) Tape Recorder
F.
Teknologi
Pendidikan dan Penigkatan Profesi Guru
Teknologi pendidikan masih merupakan pendekatan yang
terbuka bagi berbagai-bagi pendirian.
Mengajar dan belajar masih banyak mengandung hal-hal
yang sebenarnya belum kita pahami sepenuhnya. Itu sebabnya terdapat beberapa
bagian teori tentang belajar yang belum dapat diadukan menjadi satu teori
belajar yang uniform. Masih belum ada keyakinan, hingga manakah kita dapat
mengukur hasil mengajar khusunya tujuan pendidikan yang mengenai perkembangan
kepribadian anak antara lain dalam bidang efektif. Dengan itulah aliran
teknologi pendidikan mendorong para pengajar untuk lebih memandang kegiatan
mengajar ini sebagai masalah dan berusaha memecahkannya secara ilmiah
berdasarkan penelitian. Ini menuntut agar tiap guru sedikit banyak sedikit
menjadi peneliti yang selalu kritis terhadap usahanya, bersedia mencari
jalan-jalan baru untuk senantiasa meningkatkan keahliannya dalam profesinya.
Teknologi tidak merupakan kunci ke arah sukses yang
pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukkan suatu
prosedur atau metodologi yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Teknologi
pendidikan adalah suatu teori yang mempunyai sejumlah hipotensis. Teknologi
pendidikan dapat juga dipandang sebagai suatu gerakan dalam pendidikan yang
diikiuti oleh guru yang merasakan bahwa mengajar hingga kini masih dilakukan
secara sembrono, asal-asal saja, tanpa dasar yang kokoh, menurut selera masing
masing.[7]
G.
Perkembangan
Konsep Teknologi Pendidikan
Pengertian teknologi secara umum adalah proses untuk
meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan atau dihasilkan untuk
memudahkan dan meningkatkan kinerja, struktur atau sistem yang mana proses dan
produk itu akan dikembangkan dan digunakan. Semua bentuk teknologi adalah
sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu, yang pada
intinya adalah mempermudah manusia dalam ringankan usahanya, meningkatkan
hasilnya, dan menghemat tenaga serta sumber daya yang ada. Teknologi pada
hakikatnya adalah bebas nilai, namun penggunaannya sarat dengan nilai dan
estetika. Dalam bidang pendidikan, juga diperlukan teknologi antara lain untuk
menjangkau peserta didik yang berada di tempat jauh dan terasing dan melayani
sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan pendidikan.
Keseluruhan hal inilah yang merupakan landasan
pembenaran atau falsafi teknologi pendidikan sebagai suatu cabang pengetahuan.
Secara falsafi, dasar keilmuan itu meliputi: ontologi, epistemologi, dan
aksiologi.
Gejala yang merupakan landasan ontologi teknologi pendidikan adalah:
Gejala yang merupakan landasan ontologi teknologi pendidikan adalah:
1) Adanya
sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yang
diperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun di peroleh dengan cara individu.
2) Adanya
berbagai sumber baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi
belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.
3) Perlu
adanya suatu usaha khusus yang terarah dan terencana untuk menggarap
sumber-sumber tersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang.
4) Perlu adanya pengelolaan atas kegiatan khusus
dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif,
efisien, dans elaras.
Pada hakikatnya teknologi pendidikan
adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar yang
berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam
pendekatan. Masalah belajar itu terdapat di mana saja dan pada siapa saja
(orang maupun organisasi, kapan saja, dan mengenai apa saja).
Adapun cara untuk mengatasi
masalah-masalah belajar itu ialah melalui pendekatan yang merupakan landasan
epistemologi dari teknologi pendidikan antara lain ini.[8] :
a) Pendekatan
isomorfis, yaitu menggabungkan berbagai kajian atau bidang keilmuan (psikologi,
komunikasi, ekonomi, manajemen, rekayasa teknik, dan lain-lain) ke dalam suatu
kebulatan tersendiri.
b) Pendekatan
sistematik, yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan
persoalan.
c) Pendekatan sinergistik, yaitu yang menjamin
adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan
itu dijalankan sendiri-sendiri.
d) Sistemik,
yaitu pengkajian secara menyeluruh atau komprehensif.
Inovatif, yaitu suatu ide, gagasan atau perubahan yang dianggap baru. Orisinil dan ada nilai tambah. Mengandung pembaharuan sehingga belajar akan dapat mengalami suatu perubahan dan menyenangkan.
Inovatif, yaitu suatu ide, gagasan atau perubahan yang dianggap baru. Orisinil dan ada nilai tambah. Mengandung pembaharuan sehingga belajar akan dapat mengalami suatu perubahan dan menyenangkan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Teknologi pendidikan menurut Istilah bahasa yunani yaitu
asal katanya “Techne” dengan makna seni, kerajinan tangan atau keahlian. Bagi
bangsa yunani kuno teknologi sangat diakui sebagai suatu kegiatan khusus dan
sebagai pengetahuan. Sedangkan istilah dalam bahasa Inggris adalah instructional technology atau educational technology. Salah satu
pendapat ialah bahwa instructional which
can be used for instructional purpose alongside the teache, the book, and the
blackboard (Commission on Instructional technology dalam Norma Beswick,
Resource-Based Learning, 1977 hal. 39). Jadi yang diutamakan adalah media
komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam
pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut “hardware” anatara lain
beberapa TV, radio, video tape, komputer, daln lain-lain.
Teknologi tidak merupakan kunci ke arah sukses yang
pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukkan suatu
prosedur atau metodologi yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Teknologi
pendidikan dapat juga dipandang sebagai suatu gerakan dalam pendidikan yang
diikiuti oleh guru yang merasakan bahwa mengajar hingga kini masih dilakukan
secara sembrono, asal-asal saja, tanpa dasar yang kokoh, ataupun menurut selera
masing masing.
B.
Saran
Dari penulisan makalah diatas maka penulis membuka
saran kepada pembaca demi kebenaran atas isi atapun penulisan makalah ini,
karena masih banyak kata atau makna yang penulis belum ketahui. Dan penulis
menghimbau agar menggunakan teknologi pendidikan dengan koredor yang baik dan benar
agar tidak terjadi kesalah gunaan. Karena Teknologi tidak merupakan kunci ke
arah sukses yang pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan
menunjukkan suatu prosedur atau metodologi yang dapat diterapkan dalam
pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Prof.
Dr. Nasution, M.A. Teknologi Pendidikan, Jakarta
: Bumi Aksara, 2005.
Dr.
Deni Darmawan, S.Pd. M.Si. Teknologi
Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2012.
https://levinlme.wordpress.com/2015/06/25/konsep-dasar-teknologi-pendidikan.
http://makalah19.blogspot.co.id-teknologi-pendidikan-konsep.html.
[1]. Prof. Dr. Nasution, M.A, Teknologi Pendidikan, (Jakarta : Bumi
Aksara, 2005 ), h. 1.
[2].Di unduh tanggal 27 Februari, pada https://levinlme.wordpress.com/2015/06/25/konsep-dasar-teknologi-pendidikan,
2017
[3]. Di unduh pada tanggal 27
Febuari, jam 20. 00 WIB.
[4]. Ibid, h. 1-5.
[5]. Dr. Deni Darmawan, S.Pd. M,Si, Teknologi Pendidikan (Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya, 2012),.h, 12.
[6]. Prof. Dr. Nasution, M.A, Teknologi Pendidikan, (Jakarta : Bumi
Aksara, 2005 ), h. 101.
[7] . ibid, h. 12.
[8]. Di unduh pada tanggal 28
februari , jam 13.08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar