Senin, 06 Maret 2017

KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN





MAKALAH MEDIA PEMEBALAJARAN
(Konsep Dasar Teknologi Pendidikan)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : Media Pembelajaran
Dosen Pengampu: Drs. Bukhari, M.Pd

Oleh Kelompok 1:
1.      Khoirul Anwar                        (1501050116)
2.      Try Nurfatimah                       (1501050138)
3.      Finandi Tiyas Ayu Setiari       (1501050108)

                                               Kelas: PGMI/C


FAKULTAS TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASYAH IBTIDAIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
METRO
T.P 2017/2018

Kata Pengantar
       Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmatnya dan hidayatnya lah kami dapat bisa menyelesaikan Tugas Makalah Mata Kuliah Media Pendidikan yang berjudul : KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN.
Banyak kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi dalam membuat tugas kelompok ini tetapi dengan semangat dan kegigihan serta arahan, bimbingan dari bebarapa pihak sehingga penulis mampu meyelesaikan tugas kelompok ini dengan baik, oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Dosen Pengampu : Drs. Bukhari, M.Pd
2.      Teman-teman PGMI yang telah mensuport serta mengasih arahan
Penulis menyimpulkan bahwa makalah ini belum begitu sempurna dan baik maka penulis menerima saran dan kritikan guna mensempurnakan makalah yang kami buat ini. Akhir kata.
       Wassalam’ualaikum Wr.Wb

Metro, 2 Maret 2017

Penulis





i
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar........................................................................................ i
Daftar isi.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah....................................................................... 1
C.     Tujuan.......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian konsep dasar teknologi pendidikan........................... 2
B.     Fungsi dan Peran Teknologi Pendidikan..................................... 4
C.     Tokoh-tokoh dalam pengembangan teknologi pendidikan......... 5
D.    Perkembangan teknologi pendidikan di era globalisasi............... 6
E.     Jenis-jenis alat teknologi pendidikan........................................... 7
F.      Teknologi pendidikan dan penigkatan profesi guru.................... 8
G.    Perkembangan konsep teknologi pendidikan.............................. 9

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................. 11
B.     Saran............................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 13





ii






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap warga atau bangsa, apabila suatu bangsa yang sedang berkembang, yang giat membangung negaranya. Pembangunan hanya bisa dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan memlalui pendidikan. Dalam kemajuan ilmu pengetahuan ini para ahliberusaha untuk meningkatkan pengajaran itu menjadi suatu ilmu atau science.
Teknologi pendidikan memandangnya sebagai suatu masalah yang harus dihadapi secara rasional dengan menerapkan metode pemecahan masalah. Penerapan teknologi di lembaga pendidikan merupakan jawaban persoalan yang sekarang ini dialami oleh dunia pendidikan kita. Sebagai salah satu bagian dari sistem yang ada, teknologi pendidikan sebenarnya adalah suatu cara atau teknis bagaimana agar anak didik secara maksimal akan mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru-gurunya ataupun anak akan belajar dengan proses alam sekitarnya tanpa melalui pemebalajaran oleh guru.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian konsep dasar teknologi pendidikan
2.      Bagaiman peran dan fungsi teknologi pendidikan
3.      Siapa saja tokoh-tokoh pengembang teknologi pendidikan
4.      Perkembangan teknologi pendidikan di era globalisasi
5.      Bagaimana jenis-jenis alat teknlogi pendidikan
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian konsep dasar teknologi pendidikan
2.      Untuk mengetahui peran dan fungsi teknologi pendidikan
3.      Untuk mengetahui tokoh pengembang  teknologi pendidikan
4.      mengetahui perkembangan teknologi pendidikan diera globalisasi
5.      untuk mengetahui jenis-jenis alat teknologi pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teknologi Pendidikan
Ada beberapa pendapat tentang teknologi pendidikan, menurut Istilah bahasa yunani teknologi asal katanya “Techne” dengan makna seni, kerajinan tangan atau keahlian. Bagi bangsa yunani kuno teknologi sangat diakui sebagai suatu kegiatan khusus dan sebagai pengetahuan. Sedangkan istilah dalam bahasa Inggris adalah instructional technology atau educational technology. Salah satu pendapat ialah bahwa instructional which can be used for instructional purpose alongside the teache, the book, and the blackboard (Commission on Instructional technology dalam Norma Beswick, Resource-Based Learning, 1977 hal. 39). Jadi yang diutamakan adalah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut “hardware” anatara lain beberapa TV, radio, video tape, komputer, daln lain-lain.[1]
Sedangkan menurut Definisi AECT (Association for Educational Communications Technology) 1977, Teknologi pendidikan adalah proses komplek yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisa masalah, merancang melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia.[2]
Di lain pihak ada pendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu utnuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Jadi teknologi pendidikan ini mengenai software maupun hadwarenya, software antara lain menganalisis dan mendesain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilannya.
Pada hakekatnya teknologi pendidikan adalah salah satu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai masalah atau problematika yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah. Dalam teknologi pendidikan alat-alat itu disebut “hardware”. Alat-alat itu sangat besar manfaatnya, namun bukan merupakan inti atau hakekat teknologi pendidikan. Alat-alat itu sendiri tidak mengandung arti pendidikan. Alat-alat itu bermanfaat itu bermanfaat apabila dikaitkan suatu pelajaran atau program. Program ini lazim disebut software. Yang merupakan inti teknologi pendidikan adalah programnya yang harus disusun menurut prinsi-prinsip tertentu. Teknologi pendidikan dapat diselenggarakan tanpa alat-alat teknologi moderen seperti dikatakan tersebut diatas.
Ada orang beranggapan bahwa segala macam metodologi pengajaran termasuk teknologi pendidikan seperti ceramah, diskusi, seminar, dan sebagainya. Apakah pendapat itu benar atau tidak bergantungan pada penilaian hingga manakah metode-metode itu memenuhi ciri-ciri teknologi pendidikan, anatara lain :
1)      Merumuskan tujuan dengan teliti dan spesifik dalam bentuk kelakuan yang dapat diamati, sehingga  dapat diukur  keberhasilan tercapainya tujuan itu.
2)      Meneliti pengetahuan keterampilan, dan sikap yang telah dimiliki anak-anak yaitu entry behavior (dahulu lazim disebut bahan opersepsi) sebagai dasar pelajaran baru hingga diketahui kemajuan yang diacapai berkat proses mengajar-belajar.
3)      Menganalisis bahaan pelajaran yang akan disajiakan dalam bagian-bagian yang dapat dipelajari dengan mudah.
4)      Berdasarkan analisis bahan pelajaran menentukan :
a.        urutan mempelajari bahan itu agar tercapai hasil belajar yang optimal.
b.      Strategi yang paling tepat untuk menyampaikan atau menyajikan bahan itu.
5)      Menguji-coba program itu untuk menentukan kelamahannya.
6)      Mengadakan perubahan, perbaikan atau revisi untuk meningkatkan mutu program itu.
Bagi teknologi pendidikan alat-alat yang dihasilkan oleh teknologi pendidikan, seperti alat-alat audio-visual bukan esensial. Tanpa alat-alat itupun teknologi pendidikan tetap dapat dilaksanakan.

B.     Fungsi dan Peran Teknologi Pendidikan
Teknologi Informasi dan komukasi (TIK) memiliki beberapa fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu meliputi :
1.      Teknologi berfungsi sebagai alat (tool), yaitu alat siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengelolah kata, mengelolah angka, membuat unsur grafis, membuat data base, membuat program administratif untuk siswa, guru, dan staf, data kepegawaian, keuangan dan sebagainya.
2.      Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa, misalnya dalam pembelajaran di sekolah sesuai pembelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasai siswa semua kompetensinya.
3.      Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi yang melalui komputer.
Peran dan fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, berdasarkan studi tentang tujuan penmanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika, Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan penmanfaatan TI, yaitu.[3] :
a)      Memperbaiki competetive positioning.
b)      Meningkatkan kualitas pemebalajaran dan pengajaran.
c)      Meningkatkan kepuasan siswa.
d)     Meningkatkan pendapatan.
e)      Mengurangi biaya operasi dan mengembangkan produk dan layanan baru.

C.    Tokoh-tokoh Dalam Pengembangan Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan berusaha untuk menerapkan dalam kelas hasil-hasil eksperimentasi dalam laboratorium psikologi. Teknologi pendidikan adalah hasil penelitian dan pemikiran ilmiah tentang pendidikan. Ada sejuta tokoh yang berusaha mempelajari soal belajar secara sistematis.
Edward L. Thorandika (1874-1949) mengasilkan sejuta “hukum” belajar, diantaranya Law of effect. Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respons murid terhadap suatu stimulus segera disertai oleh rasa puas merupakan pujian atau hadiah, yang disebut reinforcement. reinforcement ini memperkuat hubungan antar S (stimulasi) dan R (response), sehingga hasil belajar menjadi permanen.
Sidney L. Pressey, menyusun program yang terdiri atas serentetan tugas-tugas yang disebut software dan disamping itu suatu alat yakni teachning machine sebagai hardware.  Ia menggunakan test obyektif dengan lembar jawaban yang dapat diperiksa sendiri secara otomatis.
Ivan Parlon (1849-1936) mengadakan percobaan dengan anjing  untuk mempelajari proses belajar secara ilmiah. Proses belajar yang diselidikinya adalah conditioning. Anjing yang mula-mula mengeluarkan air liurnya, bila disodorkan makanan (S1) akan keluar air liurnya bila misalnya dibunyikan lonceng (S2) yang semula disodorkan bersamaan dengan makanan dan kemudian ditiadakan.
Diantara ilmuwan  dalam bidang proses belajar yang palingberpengaruh terhadap perkembangan teknologi pendidikan ianlah B.F Skinner. Ia banyak melakukan eksperimen dengan binatang di antarnya yang paling terkenal dengan burung merpati untuk mempelajarai cara mengubah kelakuan binatang itu.  Ada perbedaan anatar conditioning  yang diterapkan oleh Pavlov dan Skinner. Pavlov menggunakan serentak dua stimulus yang berpasangan, misalnya makanan dan bunyi lonceng. Cara ini disebut respondent conditioning. Skinner menggunakan reinforcement segera setelah respon yang berhasil baik. Respon ini biasanya suatu langkah dalam serangkaian bentuk kelakuan yang menunjukan ke arah pola kelaukuan yang diinginkan.
Norma C. Crowder mengadakan variasi dalam pelajaran program untuk memperhatikan perbedaan individual dengan menggunkan brachning program, program bercabang. Disini langkah-langkah besar daripada dalam program linier diikuti oleh jawaban berganda.[4]

D.    Perkembangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi
Kemajuan teknologi dewasa ini dan di masa yang akan datang terutama di bidang informasi dan komunikasi menyebabkan dunia menjadi sempit cakupannya. Interaksi antara bangsa yang satu dan bagsa yang lainya, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja menjadi semakin intensif. Demikian juga yang terjadi di Indonesia dan negara-negara di dunia, globalisasi menjadi sesuatu yang tidak dihindari.
Pada Era Globalisasi, ada kecenderungan kuat terjadinya proses universalisasi yang melanda seluruh aspek kehidupan manusia. Gaya hidup global seperti makanan, pakaian, dan musik. Anak-anak kecil yang telah mengenal film-film kartu dari berbagai negara, kita yang sudah mengenal berbagai jenis makanan dari berbagai bangsa, dan demam mode dunia melanda semua negara adalah contoh nyata bahwa pengaruh global mengalir tanpa terbendung di negara kita.
Di bidang pendidikan, peran guru untuk mendidik peserta didik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan perjalanan generasi bangsa ini. Guru dituntut menjadi pendidik yang bisa menjebatani kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja melalui usaha-usaha nyata yang bisa diterapkan dalam mendidik peserta didiknya.[5]

E.     Jenis-jenis Alat Teknologi Pendidikan
Dalam menyampaikan pelajaran bermacam-macam alat telah di ciptakan agar mempermudah murid untuk memahaminya. Alat-alat pengajaran telah mulai berkembang sejak orang membuat gambar atau diagram yang sederhana di tanah atau di gua pada zaman purbakala. Setelah gambar dikembangkan menjadi huruf, lahirlah buku peajaran yang mencapai kemajuan yang pesat sesudah ditemukan alat cetak.
Revolusi industri sebagai akibat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sejak lahir abad ke-19 turut mempengaruhi pendidikan dengan menghasilkan alat pendidikan seperti fotografi, gramofon, film, filmstrip, sampai kepada radio, televisi, komputer, laboratorium bahasa, video tape, dan sebgagainya.
Walaupun tiap guru menggunakan buku dan papan tulis, akan tetapi bila ia menghadapi alat pengajaran elektronik seperti tape recorder, maka banyak guru yang enggan menggunakannya karena merasa tidak mempunyai keterampilan teknik untuk mengendalikannya. Video tape recorder sekarang dapat dikuasai penggunaanya oleh anak kecil. Guru hendaknya memupuk minat terhadap alat pelajaran elektronik modern dan berusaha untuk mengenal dan memanfaatkannya dalam proses mengajar-belajar. Alat-alat ini dapat memberikan bantuan besar kepada guru maupun murid. Lambat laun alat-alat ini akan makin banyak digunakan dalam pengajaran bila telah didasari manfaatnya.
Dari beberapa alat pendidikan yang dapat dipandang sebagai alat teknologi pendidikan antara lain sebagai berikut.[6] :
A)    Papan tulis             E) Peta dan Globe
B)    Gambar                  F) Buku Pelajaran
C)    Model                    G) Film
D)    Koleksi                  H) Tape Recorder

F.     Teknologi Pendidikan dan Penigkatan Profesi Guru
Teknologi pendidikan masih merupakan pendekatan yang terbuka bagi berbagai-bagi pendirian.
Mengajar dan belajar masih banyak mengandung hal-hal yang sebenarnya belum kita pahami sepenuhnya. Itu sebabnya terdapat beberapa bagian teori tentang belajar yang belum dapat diadukan menjadi satu teori belajar yang uniform. Masih belum ada keyakinan, hingga manakah kita dapat mengukur hasil mengajar khusunya tujuan pendidikan yang mengenai perkembangan kepribadian anak antara lain dalam bidang efektif. Dengan itulah aliran teknologi pendidikan mendorong para pengajar untuk lebih memandang kegiatan mengajar ini sebagai masalah dan berusaha memecahkannya secara ilmiah berdasarkan penelitian. Ini menuntut agar tiap guru sedikit banyak sedikit menjadi peneliti yang selalu kritis terhadap usahanya, bersedia mencari jalan-jalan baru untuk senantiasa meningkatkan keahliannya dalam profesinya.
Teknologi tidak merupakan kunci ke arah sukses yang pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukkan suatu prosedur atau metodologi yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Teknologi pendidikan adalah suatu teori yang mempunyai sejumlah hipotensis. Teknologi pendidikan dapat juga dipandang sebagai suatu gerakan dalam pendidikan yang diikiuti oleh guru yang merasakan bahwa mengajar hingga kini masih dilakukan secara sembrono, asal-asal saja, tanpa dasar yang kokoh, menurut selera masing masing.[7]

G.    Perkembangan Konsep Teknologi Pendidikan
Pengertian teknologi secara umum adalah proses untuk meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, struktur atau sistem yang mana proses dan produk itu akan dikembangkan dan digunakan. Semua bentuk teknologi adalah sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu, yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam ringankan usahanya, meningkatkan hasilnya, dan menghemat tenaga serta sumber daya yang ada. Teknologi pada hakikatnya adalah bebas nilai, namun penggunaannya sarat dengan nilai dan estetika. Dalam bidang pendidikan, juga diperlukan teknologi antara lain untuk menjangkau peserta didik yang berada di tempat jauh dan terasing dan melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan pendidikan.
Keseluruhan hal inilah yang merupakan landasan pembenaran atau falsafi teknologi pendidikan sebagai suatu cabang pengetahuan. Secara falsafi, dasar keilmuan itu meliputi: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Gejala yang merupakan landasan ontologi teknologi pendidikan adalah:
1)   Adanya sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yang diperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun di peroleh dengan cara individu.
2)   Adanya berbagai sumber baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.
3)   Perlu adanya suatu usaha khusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumber tersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang.
4)       Perlu adanya pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisien, dans elaras.
Pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar yang berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam pendekatan. Masalah belajar itu terdapat di mana saja dan pada siapa saja (orang maupun organisasi, kapan saja, dan mengenai apa saja).
Adapun cara untuk mengatasi masalah-masalah belajar itu ialah melalui pendekatan yang merupakan landasan epistemologi dari teknologi pendidikan antara lain ini.[8] :
a)    Pendekatan isomorfis, yaitu menggabungkan berbagai kajian atau bidang keilmuan (psikologi, komunikasi, ekonomi, manajemen, rekayasa teknik, dan lain-lain) ke dalam suatu kebulatan tersendiri.
b)   Pendekatan sistematik, yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan.
c)     Pendekatan sinergistik, yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri.
d)   Sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh atau komprehensif.
Inovatif, yaitu suatu ide, gagasan atau perubahan yang dianggap baru. Orisinil dan ada nilai tambah. Mengandung pembaharuan sehingga belajar akan dapat mengalami suatu perubahan dan menyenangkan.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Teknologi pendidikan menurut Istilah bahasa yunani yaitu asal katanya “Techne” dengan makna seni, kerajinan tangan atau keahlian. Bagi bangsa yunani kuno teknologi sangat diakui sebagai suatu kegiatan khusus dan sebagai pengetahuan. Sedangkan istilah dalam bahasa Inggris adalah instructional technology atau educational technology. Salah satu pendapat ialah bahwa instructional which can be used for instructional purpose alongside the teache, the book, and the blackboard (Commission on Instructional technology dalam Norma Beswick, Resource-Based Learning, 1977 hal. 39). Jadi yang diutamakan adalah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut “hardware” anatara lain beberapa TV, radio, video tape, komputer, daln lain-lain.
Teknologi tidak merupakan kunci ke arah sukses yang pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukkan suatu prosedur atau metodologi yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Teknologi pendidikan dapat juga dipandang sebagai suatu gerakan dalam pendidikan yang diikiuti oleh guru yang merasakan bahwa mengajar hingga kini masih dilakukan secara sembrono, asal-asal saja, tanpa dasar yang kokoh, ataupun menurut selera masing masing.

B.     Saran
Dari penulisan makalah diatas maka penulis membuka saran kepada pembaca demi kebenaran atas isi atapun penulisan makalah ini, karena masih banyak kata atau makna yang penulis belum ketahui. Dan penulis menghimbau agar menggunakan teknologi pendidikan dengan koredor yang baik dan benar agar tidak terjadi kesalah gunaan. Karena Teknologi tidak merupakan kunci ke arah sukses yang pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukkan suatu prosedur atau metodologi yang dapat diterapkan dalam pendidikan















DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Nasution, M.A. Teknologi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara, 2005.
Dr. Deni Darmawan, S.Pd. M.Si. Teknologi Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2012.
https://levinlme.wordpress.com/2015/06/25/konsep-dasar-teknologi-pendidikan.
http://makalah19.blogspot.co.id-teknologi-pendidikan-konsep.html.


[1]. Prof. Dr. Nasution, M.A, Teknologi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2005 ), h. 1.
[2].Di unduh tanggal 27 Februari, pada https://levinlme.wordpress.com/2015/06/25/konsep-dasar-teknologi-pendidikan, 2017

[3]. Di unduh pada tanggal 27 Febuari, jam 20. 00 WIB.  
[4]. Ibid, h. 1-5.
[5]. Dr. Deni Darmawan, S.Pd. M,Si, Teknologi Pendidikan (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2012),.h, 12.
[6]. Prof. Dr. Nasution, M.A, Teknologi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2005 ), h. 101. 
[7] . ibid, h. 12.
[8]. Di unduh pada tanggal 28 februari , jam 13.08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar